Stok Melimpah, Harga Cabai dan Tomat di Ternate Anjlok

Stok Melimpah, Harga Cabai dan Tomat di Ternate Anjlok
Harga cabai di Kota Ternate dilaporkan alami penurunan. Hal ini dipicu melimpahnya stok di pasaran. (Foto: Pijarpena.id/Rudi Ruhiat)

Melimpahnya stok yang tersedia di pasar, membuat harga sejumlah rempah dapur seperti cabai dan tomat mengalami penurunan yang signifikan. Sementara jeruk justru naik, sedang untuk bawang tetap stabil.

Ternate, Pijarpena.id

Harga sejumlah komoditas bumbu dapur seperti cabai dan tomat di Pasar Barito, Kota Ternate, turun drastis dalam waktu terakhir.

Harga cabai nona kini berada di kisaran 35-40 ribu rupiah per kilogram. Sementara cabai keriting dijual sekitar 35 ribu rupiah per kilogram dan tomat turun menjadi 10-12 ribu rupiah per kilogram.

Ato G, salah satu pedagang di Pasar Barito mengatakan, harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan bulan sebelumnya.

Ia menyebut, sebelumnya cabai nona sempat tembus 80-120 ribu rupiah per kilogram. Sedangkan cabai keriting mencapai 50-60 ribu rupiah per kilogram.

Baca pula:  Orang Miskin di Malut Berkurang, Terendah 2 dalam Dekade Terakhir

“Kalau tomat sebelumnya dia punya harga 14-16 ribu. Sekarang turun jadi 10-12 ribu per kilogram,” ungkap Ato pada Pijarpena.id di lapak dagangannya, Jumat (07/11/2025).

Menurut Ato, komoditas yang harganya masih stabil selama dua bulan terakhir adalah bawang putih dan bawang merah. Dua komoditas ini tetap dijual dengan harga 50 ribu rupiah per kilogram.

Namun, di sisi lain, harga lemon atau jeruk justru mengalami kenaikan signifikan dari 15 ribu menjadi 25 ribu rupiah per kilogram.

Ia menjelaskan, fluktuasi harga bahan pokok di pasar sangat bergantung pada ketersediaan stok.

“Kalau stok banyak, harga pasti turun. Tapi kalau stok sedikit, otomatis harga naik,” jelasnya.

Baca pula:  Ini Data Kasus HIV/AIDS Baru di Ternate Sepanjang Tahun 2025

Ato menambahkan, stok cabai dan tomat saat ini melimpah karena pasokan datang dari berbagai daerah seperti Makassar, Bitung, Manado, dan Subaim (Halmahera Timur).

Namun, proses distribusi dari luar daerah seringkali terkendala cuaca dan kondisi pengiriman yang tidak ideal.

“Barang dari Makassar sering rusak. Dari satu ton lebih bisa sampai 500 kilogram yang dibuang karena di kapal cuma ditutup pakai terpal,” katanya.

Sementara itu, Vita, salah satu pelanggan di Pasar Barito, mengaku bersyukur dengan turunnya harga cabai dan tomat. Menurutnya, penurunan harga ini cukup membantu kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Kalau harga turun itu sangat membantu. Semoga tetap seperti ini. Jangan naik lagi. Rumah tangga itu kalau tidak ada bumbu-bumbu tidak enak untuk makan,” ujarnya. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID