Setelah cukup lama tidak terdengar, saat ini diduga penyakit difteri kembali muncul. Masyarakat dihimbau waspada akan penularan penyakit yang bisa menyerang siapa saja di segala usia.
Ternate, Pijarpena.id
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate melalui Fungsional Epidemiologi Dinkes Ternate, Nuraini menghimbau, masyarakat Kota Ternate waspada wabah penyakit difteri kembali muncul setelah sekian lama tidak terdengar.
Diungkapkan, kasus ini terdeteksi setelah pihaknya menerima laporan dari dokter spesialis di Ternate Selatan yang sedang menangani seorang pasien anak di bawah umur.
Dikatakan, awalnya dokter praktek itu memeriksa kondisi anak dengan gejala mirip amandel. Namun saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di bagian kerongkongan, ditemukan lapisan putih yang mencurigakan.
“Dari hasil analisis, dokter menduga itu bukan amandel melainkan difteri sehingga pasien langsung dirujuk ke UGD,” jelas Nuraini pada Rabu, (27/8/2025).
Dari laporan itu, Nuraini bilang, pihaknya langsung bergerak cepat untuk mencegah penularan. Langkah yang diambil antara lain melakukan swab terhadap anggota keluarga pasien, pihak sekolah tempat anak itu bersekolah, serta pemberian antibiotik eritromisin selama tujuh hari berturut-turut.
“Wabah difteri sebelumnya pernah terjadi di Kota Ternate pada tahun 2018. Dan pada Agustus 2025, penyakit ini kembali muncul setelah sekian tahun tidak terdengar kasus ini,” tuturnya.
Dengan temuan tersebut, kata Nuraini, anak yang terkena suspek harus segera mungkin diberi obat anti difteri serum (ADS).
“Obat anti difteri serum hanya tersedia di Dinkes Provinsi Malut. Biasanya baru dilakukan pengadaan ketika ada laporan yang masuk,” pungkasnya.
Sementara dilansir dari halodoc.com, difteri adalah penyakit menular yang dapat disebarkan melalui batuk, bersin, atau luka terbuka. Gejalanya termasuk sakit tenggorokan dan masalah pernapasan.
Penyebab utama difteri adalah infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat mempengaruhi kondisi kulit.
Penyakit ini dapat menyerang orang-orang dari segala usia dan berisiko menimbulkan infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.
Pengobatannya meliputi antibiotik dan antitoksin untuk mematikan bakteri. Salah satu langkah pencegahan difteri yang paling efektif adalah mendapatkan vaksinasi. (rud/fm)