Sejumlah pemilik speedboat dilaporkan secara patungan membuat tempat duduk di ruang tunggu pelabuhan Dufa Dufa, Ternate. Mereka kecewa dengan sikap instansi terkait yang disebutkan menarik retribusi namun kurang memperhatikan tempat tersebut.
Ternate, Pijarpena.id
Tambatan speedboat rute Ternate-Jailolo di pelabuhan Dufa Dufa, terlihat kini memiliki tempat duduk dari semen.
Meski bangunan tersebut merupakan fasilitas pemerintah, namun karena kurangnya perhatian, para pemilik speedboat berinisiatif membangunnya demi kenyamanan para calon penumpangnya.
Sekretaris Koperasi Wange Mabala Speedboat Dufa Dufa, Sudarmin A Hirto mengatakan, fasilitas itu dibangun dari hasil patungan iuran pemilik speedboat bukan dari dana pemerintah.
“Kami buat pakai dana iuran per speedboat sebesar 50 ribu rupiah. Dan total semua Rp.5 juta lebih,” ujarnya kepada Pijarpena.id.
Menurut Sudarmin, pihaknya berinisiatif membuat tambak tersebut selain tempat duduk para penumpang, pun bisa jadikan pagar jembatan sebagai penghalang.
Sudarmin mungkin kesal. Sebagai warga, mereka justru yang harus mengeluarkan dana untuk membangun fasilitas milik pemerintah.
Padahal, ia mengaku mendapat informasi jika Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perhubungan tepatnya Bidang perhubungan Laut, memungut retribusi masuk ke pelabuhan tersebut sejak Januari 2025.
“Yang saya tahu retribusi hasil pungut dari Bidang Laut (Dishub Ternate) sejak bulan Januari sampai sekarang itu sekitar 300 juta lebih. Sementara tambak (tempat duduk) seperti itu tidak bisa dibuat. Kami yang buat,” tambahnya.
Selain menyinggung soal tempat duduk, ia juga mengatakan jika petugas kebersihan area pelabuhan itu sudah yang tidak menerima upah selama enam bulan.
“Masa dengan pendapatan retribusi sebanyak itu, gaji cleaning service tidak bisa dibayar,” pungkasnya dengan nada kesal.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Ternate, Mochtar Hasim saat dikonfirmasi mengaku, belum mendapatkan informasi perihal pembuatan tempat duduk tersebut.
“Belum ada info ke saya. Nanti cek langsung ke Kabid Laut,” akunya kepada Pijarpena.id, Kamis (28/08/2025).
Terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut, Subhan, yang juga mengaku belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut.
“Saya juga belum terima info ini. Saya konfirmasi dulu dengan koordinator Pelabuhan Dufa Dufa,” katanya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada kepastian dari pihak terkait perihal pembuatan tempat duduk, termasuk masalah penarikan retribusi dan pembayaran upah petugas kebersihan tersebut. (rud/fm)