Banjir 3 Meter Landa Wilayah Halbar, 7 Rumah Warga Rusak Parah

Banjir 3 Meter Landa Wilayah Halbar, 7 Rumah Warga Rusak Parah
Banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara merendam sekaligus merusak sejumlah rumah warga setempat. (Foto: Istimewa)

Banjir setinggi tiga meter dilaporkan merendam beberapa desa di wilayah Kabupaten Halbar selama dua malam. Tujuh rumah dilaporkan alami kerusakan meski tak ada korban jiwa akibat banjir.

Ternate, Pijarpena.id

Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), memicu banjir setinggi tiga meter di Desa Gamlamo pada Selasa hingga Rabu, 6-7 Januari 2026.

Banjir tersebut tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh rumah warga mengalami kerusakan parah.

Kepala Desa Gamlamo, Sofyan Umar, mengatakan banjir tidak hanya melanda Desa Gamlamo, tetapi juga berdampak pada dua desa lainnya, yakni Desa Tongute Ternate dan Desa Tongute Ternate Asal.

Banjir mulai terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIT, dengan puncak kejadian berlangsung pada Rabu dinihari antara pukul 01.00 hingga 05.00 WIT.

Baca pula:  Dapatkan Lahan, KKMP Kalumata (tetap) Siap Bergerak Meski Terkendala Permodalan

“Air masuk ke pemukiman warga hingga mencapai ketinggian sekitar tiga meter,” kata Sofyan saat dihubungi Pijarpena.id melalui sambungan telepon, Rabu (07/01/2026) siang.

Ia menjelaskan, dari tujuh rumah yang terdampak, dua rumah mengalami kerusakan total dan hanya menyisakan fondasi.

Sementara lima rumah lainnya rusak berat akibat dinding bangunan yang terbongkar diterjang arus banjir.

“Termasuk rumah saya juga terdampak. Tembok rumah terbongkar karena kuatnya arus air,” ungkapnya.

Saat kejadian, sebagian warga masih bertahan di Desa Gamlamo. Namun, warga yang bermukim di bantaran sungai segera dievakuasi ke lokasi yang lebih tinggi demi menghindari risiko korban jiwa.

Baca pula:  Tambah Jam Terbang, 41 Atlet Taekwondo Ternate Ikuti Turnamen di Manado

“Warga tetap berada di desa. Sebagian lainnya dievakuasi ke dataran yang lebih tinggi termasuk saya,” ujarnya.

Sofyan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, kondisi banjir telah berangsur surut, namun material sisa banjir seperti pasir, batu dan kayu gelondongan masih berserakan di sejumlah titik desa.

Aparat TNI dan Polri bersama tim evakuasi dari pemerintah daerah telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu penanganan pasca banjir.

Meski demikian, akses jaringan telekomunikasi di desa-desa terdampak masih mengalami gangguan. Khusus di Desa Gamlamo, jaringan komunikasi hanya dapat diakses melalui kantor desa.

“Di sekitar lokasi banjir jaringan terganggu. Saya sementara berada di luar desa tetapi tetap memantau kondisi. Malam ini saya akan kembali ke lokasi,” tutup Sofyan. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID