Malut United FC di Paruh Musim: Jago Tandang (tapi) Rasio Kebobolan Memprihatinkan

Malut United FC di Paruh Musim: Jago Tandang (tapi) Rasio Kebobolan Memprihatinkan
Gol Ciro Alves ke gawang Persebaya Surabaya menjadi gol ke-33 Malut United FC di paruh pertama BRI Super League musim 2025/2026. Laskar Kie Raha pun menahbiskan diri sebagai klub paling produktif di periode ini. (Foto: Malut United FC)

Musim 2025/2026 BRI Super League telah memasuki separuh jalan atau yang kerap disebut paruh musim. 17 dari 34 laga telah dimainkan seluruh tim kontestan. Lalu bagaimana dengan tim kebanggan rakyat Maluku Utara, Malut United FC? Ini ulasannya.

Ternate, Pijarpena.id

Seluruh tim kontestan kompetisi sepakbola paling bergengsi di Indonesia, BRI Super League musim 2025/2026, sudah setelah jalan alias telah memainkan 17 laga dari 34 pertandingan.

Mengakhiri setengah atau paruh musim ini, kiprah Malut United FC cukup terbilang fantastis. Mereka mampu bersaing bahkan mengalahkan sejumlah tim besar sebagai penanda bahwa patut untuk dimasukkan dalam daftar kandidat juara.

Tim berjuluk Laskar Kie Raha ini mengakhiri separuh musim dengan nangkring di posisi ke-4 klasemen sementara dengan torehan 34 poin.

Jumlah poin dan posisi tim yang bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha (GKR) itu didapat berkat hasil dari 10 kemenangan dan empat kali imbang.

Dengan jumlah poin yang didapat itu, bisa dibilang, Malut United FC berhasil meraup 2,00 poin di setiap pertandingannya.

Anak-anak asuhan Hendri Susilo itu sendiri bersama Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSIM Jogja adalah tim dengan jumlah kekalahan paling sedikit yakni sebanyak tiga kali.

Jika diperhatikan lebih jauh, Malut United FC adalah tim yang sukses dalam urusan melakoni laga tandangnya (away).

Tercatat dari sembilan laga yang dimainkan, Malut United meraih lima kemenangan serta dua hasil seri dan mengumpulkan 17 poin atau separuh dari total koleksi poin. Statistik ini sama dengan perolehan Bali United FC.

Baca pula:  Tekuk Laskar Kie Raha, Bhayangkara FC Buktikan Janji Bikin Kejutan

Dalam urusan mencetak gol, Malut United FC adalah pun jadi tim yang paling produktif dengan torehan 33 gol.

Jika disandingkan dengan jumlah laga yang telah dimainkan, artinya sama dengan anak-anak dari kaki Gunung Gamalama ini mampu mencetak 1,94 gol di setiap pertandingannya.

Sejauh ini, hanya Persija Jakarta (baru memainkan 16 laga) dengan 32 gol dan Borneo FC (31) yang mendekati perolehan gol Malut United FC. Tiga tim yang bisa mencetak gol di atas angka 30.

Dari jumlah 33 gol ke gawang lawan itu, totalnya ada sembilan pemain yang telah mencatatkan nama sebagai penyumbangnya.

Striker David da Silva dan Ciro Alves adalah dua pemain yang paling banyak menjebol gawang lawan dengan sama-sama mengoleksi tujuh gol.

Selanjutnya ada Tyronne del Pino dan Yakob Sayuri yang sudah membukukan lima gol. Menyusul, center back sekaligus kapten tim Gustavo França dengan empat gol.

Kemudian Yance Sayuri dengan dua gol dan tiga pemain lain yakni Igor Inocêncio, Frets Butuan dan Taufik Rustam dengan sebiji gol.

Meski mentereng dalam urusan mencetak gol, sektor pertahanan Malut United FC patut jadi perhatian. 19 gol bersarang ke gawang Malut United FC di periode yang sama.

Jumlah kebobolan ini sendiri lebih banyak dari jumlah laga yang telah dimainkan Gustavo Franca cs. Artinya, rasio kebobolan Malut United FC sebesar 1,12 gol untuk setiap pertandingannya.

Jumlah kebobolan ini sendiri merupakan yang terbanyak dibanding seluruh tim yang saat ini menempati posisi 1-9 di klasemen.

Baca pula:  Ini Data Capaian PHTC Periksa Kesehatan Gratis Tahun 2025 Provinsi Malut

Hanya PSM Makassar (peringkat 10) yang memiliki jumlah gol kemasukan yang sama dengan Malut United FC di antara kontestan 10 besar lainnya.

Jajaran pelatih pun patut dituntut untuk bisa memperbaiki lini pertahanan guna mengarungi separuh musim tersisa jika ingin terus bersaing di papan atas bahkan dalam perburuan gelar juara.

Dari kualitas fair play, jumlah kartu kuning yang didapat Malut United FC sepanjang paruh musim ini ada di angka 33.

Dua pemain belakang yakni Gustavo Franca dan Yance Sayuri adalah pemain yang paling banyak diberi hukuman kartu oleh wasit yakni sebanyak lima kali.

Sementara dibanding tim lain, hingga matchweek 17, Malut United FC bersama dengan Borneo FC, adalah dua tim belum sekalipun pemainnya diberikan kartu merah oleh wasit.

Dari segi jumlah penampilan, tercatat hanya lima pemain yang selalu bermain pada semua partai semenjak pekan pertama.

Ciro Alves, Igor Inocêncio, Tyronne del Pino dan Wbeymar Angulo adalah empat dari jejeran para pemain asing.

Yance Sayuri jadi satu-satunya pemain lokal yang ada di deretan daftar teratas ini. Toh dari jumlah menit bermain, Yance Sayuri justru menorehkan koleksi paling tinggi yakni 1.508 menit dibanding jajaran pemain asing seperti Igor Inocêncio (1.472) dan Ciro Alves (1.468) serta Gustavo Franca (1.434).

Di sisa musim ini, Malut United FC masih akan melakoni 17 partai dimana ada sembilan laga kandang di Stadion Gelora Kie Raha dan delapan lawatan ke markas lawan.

Kampanye perburuan gelar kembali akan dilakoni Malut United FC dalam waktu dekat yakni menjamu Persik Kediri pada 24 Januari 2026. (fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID