Orang Miskin di Malut Berkurang, Terendah 2 dalam Dekade Terakhir

grafik kemiskinan malut
Persentase Penduduk Miskin menurut daerah di Provinsi Malut pada September 2024-September 2025.

Tingkat kemiskinan di Provinsi Malut terus menunjukkan tren yang membaik. Sejak Maret 2021 sampai dengan September 2025 menunjukkan pola yang cenderung menurun.

Ternate, Pijarpena.id

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi mencatat persentase penduduk miskin pada September 2025 turun menjadi 5,59 persen atau terendah dalam dua dekade terakhir.

Berdasarkan data yang diperoleh Pijarpena.id berdasarkan rilis berita resmi BPS Malut pada 5 Februari 2026, angka tersebut menurun 0,22 persen poin dibandingkan Maret 2025 dan turun 0,44 persen poin dibandingkan September 2024.

Sejalan dengan itu, jumlah penduduk miskin di Malut pada September 2025 tercatat sebanyak 74,81 ribu orang atau berkurang 2,46 ribu orang dibandingkan Maret 2025 dan turun 4,88 ribu orang dibandingkan September 2024.

Kepala BPS Provinsi Malut, Simon Sapary menyampaikan, capaian ini mencerminkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.

“Persentase penduduk miskin Maluku Utara pada September 2025 berada pada level terendah dalam dua dekade terakhir. Ini menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat secara umum terus membaik meskipun tantangan masih tetap ada,” ujar Simon dalam keterangan resminya.

Baca pula:  Ini Data Capaian PHTC Periksa Kesehatan Gratis Tahun 2025 Provinsi Malut

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, BPS mencatat persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 sebesar 5,71 persen, menurun dari 5,95 persen pada Maret 2025.

Sementara di perdesaan, persentase kemiskinan tercatat 5,54 persen atau turun 5,76 persen pada periode yang sama.

Dari sisi jumlah, penduduk miskin perkotaan menurun 0,22 ribu orang dari 23,13 ribu orang menjadi 22,91 ribu orang.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang lebih besar, yakni 2,24 ribu orang, dari 54,14 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 51,90 ribu orang pada September 2025.

BPS juga mencatat Garis Kemiskinan (GK) Maluku Utara pada September 2025 sebesar 692.592 rupiah per kapita per bulan.

Angka ini naik 4,56 persen dibandingkan Maret 2025 dan meningkat 8,32 persen dibandingkan September 2024.

Baca pula:  Begini Upaya DLH Ternate Urai Sampah yang “Melimpah” saat Ramadhan

Komponen terbesar garis kemiskinan masih berasal dari kebutuhan makanan yang mencapai 75,78 persen. Sedangkan kebutuhan bukan makanan sebesar 24,22 persen.

Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin sebanyak 6,42 orang, maka garis kemiskinan per rumah tangga pada September 2025 mencapai 4,446 juta rupiah per bulan, meningkat dibandingkan Maret 2025.

Selain itu, indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan juga mengalami perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 0,950 pada Maret 2025 menjadi 0,754 pada September 2025. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan menurun dari 0,221 menjadi 0,208.

Menurut Kepala BPS Maluku Utara, penurunan kemiskinan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekonomi yang positif sepanjang 2025.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang tinggi, meningkatnya konsumsi rumah tangga, perbaikan Nilai Tukar Petani (NTP), kondisi inflasi yang terkendali serta meningkatnya proporsi pekerja formal menjadi faktor yang turut mendukung penurunan tingkat kemiskinan,” jelasnya.BPS menegaskan, meskipun capaian ini cukup menggembirakan, upaya pengendalian kemiskinan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar penurunan tersebut dapat terjaga dan semakin inklusif, terutama bagi masyarakat di wilayah perdesaan. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID