BPS juga mencatat Garis Kemiskinan (GK) Maluku Utara pada September 2025 sebesar 692.592 rupiah per kapita per bulan.
Angka ini naik 4,56 persen dibandingkan Maret 2025 dan meningkat 8,32 persen dibandingkan September 2024.
Komponen terbesar garis kemiskinan masih berasal dari kebutuhan makanan yang mencapai 75,78 persen. Sedangkan kebutuhan bukan makanan sebesar 24,22 persen.
Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin sebanyak 6,42 orang, maka garis kemiskinan per rumah tangga pada September 2025 mencapai 4,446 juta rupiah per bulan, meningkat dibandingkan Maret 2025.
Selain itu, indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan juga mengalami perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 0,950 pada Maret 2025 menjadi 0,754 pada September 2025. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan menurun dari 0,221 menjadi 0,208.
Menurut Kepala BPS Maluku Utara, penurunan kemiskinan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekonomi yang positif sepanjang 2025.
โPertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang tinggi, meningkatnya konsumsi rumah tangga, perbaikan Nilai Tukar Petani (NTP), kondisi inflasi yang terkendali serta meningkatnya proporsi pekerja formal menjadi faktor yang turut mendukung penurunan tingkat kemiskinan,โ jelasnya.
BPS menegaskan, meskipun capaian ini cukup menggembirakan, upaya pengendalian kemiskinan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar penurunan tersebut dapat terjaga dan semakin inklusif, terutama bagi masyarakat di wilayah perdesaan. (rud/fm)


