cengkeh
Cengkeh yang telah kering. (Foto: canva.com)

Produksi Cengkeh (terus) Merosot, ini Beberapa Faktor Penyebabnya

Menurutnya, pola tanam petani di Maluku Utara umumnya bersifat campuran ikut jadi faktor lain. Dalam satu kebun, petani tidak hanya menanam satu komoditas tapi mengkombinasi.

“Petani di Maluku Utara itu biasanya tidak hanya cengkeh saja. Dalam satu (kebun), petani bisa ada pala, ada cengkeh, ada kelapa. Itu pola umum,” jelasnya.

Daniel juga menyoroti persoalan regenerasi petani. Dalam beberapa tahun terakhir, tenaga kerja muda semakin banyak meninggalkan sektor pertanian dan memilih bekerja di sektor industri dan pertambangan.

“Anak-anak muda sekarang lebih banyak lari ke sektor industri. Pertanian itu prosesnya lama dan penuh resiko,” ujarnya.

Baca pula:  1.185 Desa dan Kelurahan di Malut telah Resmi Miliki Posbankum

Ia membandingkan kepastian pendapatan di sektor industri dengan ketidakpastian yang dihadapi petani utamanya cengkeh.

“Kalau kerja di industri, tiap bulan dapat gaji pasti. Tapi petani cengkeh harus hadapi risiko gagal panen, harga turun, biaya pupuk dan perawatan. Itu yang membuat sektor ini kurang menarik,” katanya.

Selain itu, Daniel menilai persoalan tata niaga dan ekspor juga menjadi kendala serius. Hingga kini, cengkeh dari Maluku Utara umumnya tidak diekspor langsung melainkan melalui daerah lain seperti Manado dan Surabaya.

“Tidak ada ekspor langsung dari Maluku Utara. Cengkeh dikumpulkan di Surabaya baru diekspor. Bahkan kadang kualitas bagus pakai nama daerah lain,” jelasnya.

Baca pula:  Berdarah-darah, Bintang Tim Futsal Malut di PON 2016 Bawa Indonesia ke Final AFC 2026

Ia menegaskan pentingnya hilirisasi agar cengkeh tidak terus dijual sebagai bahan mentah.

“Dari dulu kita cuma jual cengkeh mentah. Harusnya diolah dulu jadi produk lain supaya ada nilai tambah dan meningkatkan ekonomi daerah,” tegas Daniel.

Ke depan, ia menilai perlu kolaborasi antara petani, pedagang dan pemerintah untuk mendorong stabilisasi harga, penguatan pasar, serta pengembangan industri olahan di Maluku Utara.

“Kalau tidak ada perhatian, kita khawatir ke depan siapa lagi yang mau tanam cengkeh. Sekarang petaninya kebanyakan sudah tua,” pungkasnya. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID