Kompleks pekuburan selalu ramai didatangi warga dan sudah menjadi tradisi masyarakat jelang Ramadhan untuk berziarah ke makam keluarga atau kerabat. Ritual yang juga menggerakkan roda ekonomi sekitar.
Ternate, Pijarpena.id
Aktivitas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Kampung Makasar, Kota Ternate, meningkat tajam satu hari menjelang bulan suci Ramadhan.
Amatan Pijarpena.id, tidak sedikit warga terlihat datang silih berganti untuk berziarah ke makam keluarga, sekaligus membersihkan area pemakaman.
Pantauan di kompleks pekuburan Islam, Kelurahan Makassar Barat, Kecamatan Ternate Tengah, Rabu (18/02/2026), suasana pemakaman tampak lebih ramai dan dipadati pengunjung dibanding hari-hari biasa.
Sejumlah peziarah terlihat membawa bunga, air serta daun pandan atau pondak yang menjadi bagian dari tradisi tabur di makam.
Fani, salah satu peziarah, saat disapa Pijarpena.id, mengaku setiap tahun rutin datang menjelang Ramadhan untuk mendoakan almarhum ayahnya.
“Saya memang selalu datang sebelum puasa untuk ziarah ke makam papa. Sudah jadi kebiasaan keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, ziarah sebelum Ramadhan bukan hanya bentuk doa bagi keluarga yang telah tiada, tetapi juga momen refleksi diri menyambut bulan suci.
Berkah Ramadhan juga dirasakan para pedagang musiman. Ibu Ci Liki, penjual pondak di sekitar TPU mengatakan, dagangannya laku keras dan penjualannya meningkat sejak tiga hari terakhir.
“Alhamdulillah, dari tiga hari lalu sampai hari ini jualan laku terus. Biasanya memang ramai kalau mau masuk puasa,” katanya.
Ia menjelaskan, daun pandan dijual dalam satu kantong plastik dengan harga berkisar 10-15 ribu rupiah, tergantung ukuran dan jumlah isi.
Berkah juga bagi anak-anak pembersih kuburan yang kerap “stand by” di lokasi pekuburan tersebut. Tidak sedikit orang yang menggunakan jasa mereka sekedar menyapu atau membersihkan semen atau keramik kuburan.
“Dibayar seikhlasnya. Tidak patok harga khusus. Tapi biasa dikasih 10-20 ribu rupiah sekali membersihkan. Kalo yang datang pakai mobil, biasanya kase (kasih) besar sampai 50 ribu rupiah,” ujar salah satu anak yang ditemui.
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan ini terus terjaga di tengah masyarakat Ternate
.Ini sudah jadi bagian dari kearifan lokal yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi warga sekitar. (amj/fhm)

