gubernur sherly pasar murah
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos, terpantau berkesempatan hadir langsung dan melayani warga yang melakukan transaksi pembelian paket sembako di lokasi kegiatan Gerakan Pangan Murah yang kali ini dipusatkan di Taman Sultan Tidore, Sofifi, 02 Maret 2026. (Foto: Pijarpena.id/Fahmi Dj)

Gelar Pasar Murah di Sofifi, Gubernur Malut Turun Langsung Layani Transaksi

Ternate, Pijarpena.id

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) kembali gelar Gerakan Pangan Murah yang kali ini dipusatkan di Taman Sultan Tidore, Sofifi, Senin (02/03/2026).

Kegiatan yang bertujuan guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadhan itu, disambut antusias warga.

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos, terpantau berkesempatan hadir langsung dan melayani warga yang melakukan transaksi pembelian paket sembako di lokasi kegiatan.

Turut hadir pula Wakil Gubernur (Wagub) Sarbin Sehe dan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Samsuddin Abdul  Kadir.

Tanpa sungkan, Gubernur Sherly menyapa warga satu per satu seraya menyerahkan langsung paket sembako sekaligus memastikan proses transaksi berjalan tertib dan lancar.

Baca pula:  Ada 10 Desa di Halmahera Tengah yang Miliki Indeks Risiko Iklim Berstatus Tinggi

Sembari berbincang ringan dengan para ibu rumah tangga (IRT) yang antri sejak pagi untuk menanyakan kondisi keluarga hingga harga kebutuhan pokok di lingkungan mereka.

Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen kebersamaan dengan gubernur wanita pertama Maluku Utara itu dalam suasana yang terasa hangat dan akrab di tengah teriknya matahari Sofifi.

Gubernur Sherly pun dengan ramah melayani permintaan swafoto masyarakat, menciptakan suasana yang tidak sekadar transaksi jual beli tetapi nuansa kedekatan emosional antara pemerintah dan rakyat.

Di kesempatan ini, Pemprov menyediakan 1.300 paket bahan pokok (Bapok) yang terdiri atas 1.000 paket dari Dinas Pangan dan 300 paket dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Selain itu, sebanyak 700 paket dari Dinas Perindag juga digelar secara terpisah di wilayah Tidore Pulau.

Setiap paket berisi lima kilogram beras, dua kilogram gula pasir, dan dua liter minyak goreng dengan harga tebus 50 ribu rupiah per paket.

Baca pula:  โ€œBatu Kryptonโ€ bagi Malut United FC, Persija Jakarta (tetap) Berjaya di GKR

Jika dikalkulasi dengan harga normal pasaran, untuk komposisi yang sama mencapai mencapai 160 ribu rupiah, atau ada penghematan sebesar 110 ribu rupiah.



Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan, program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan agar tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau di bulan suci.

Ia mengakui kuota per titik yang terbatas belum mampu menjangkau seluruh masyarakat. Namun, Pemprov Malut telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog untuk memperluas akses pangan murah melalui stand tambahan di Kampung Ramadhan Sofifi.

โ€œKuota kita per titik hanya 1.000 dan harganya dari Rp.160 ribu dibayar Rp.50 ribu. Oleh karena itu dibantu oleh Bulog dan Badan Pangan Nasiona,โ€ ujar Gubernur.

Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya menjadi langkah pengendalian inflasi daerah, tetapi juga menghadirkan sentuhan humanis pemerintah yang hadir langsung di tengah masyarakat pada momentum Ramadhan. (fhm)

Kanal WhatsApp