Ilustrasi ekspor
Ilustrasi ekspor.

Nilai Ekspor Malut 2025 Naik 28,61 Persen, Logam jadi Komoditi Terbesar

Sepanjang tahun 2025, Tiongkok masih menjadi negara tujuan terbesar ekspor dari Malut. Besi dan baja serta nikel jadi komoditas penyumbang ekspor terbesar di periode yang sama.

Ternate, Pijarpena.id

Nilai ekspor Provinsi Maluku Utara (Malut) pada periode Januari-Desember tahun 2025 dilaporkan alami kenaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama atau tahun 2024.

Berdasarkan berita resmi yang dirilis Balai Pusat Statistik (BPS) Malut per 2 Februari 2026, nilai ekspor Provinsi Malut sepanjang tahun 2025 sebesar US$ 14.230,90 juta atau naik 28,61 persen dari US$ 11.065,17 juta di tahun 2024.

Baca pula:  Optimis tapi Realistis, ini Target Pertumbuhan Indikator Makro Malut di 2027

Komoditas yang mengalami peningkatan nilai ekspor terbesar sepanjang Januari-Desember 2025 adalah besi dan baja sebesar US$ 2.268,28 juta.

Sementara komoditas logam dasar lainnya mengalami kenaikan terbesar secara persentase yakni sebesar 510,07 persen.

Negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai sebesar US$ 13.5934 juta (95,52 persen) diikuti Jepang (US$ 275,95 juta) lalu India (US$ 230,57 juta), Korea Selatan (US$ 67,57 juta), Belanda (US$ 43,12 juta) dan Taiwan (US$ 20,23 juta).

Besi dan baja juga menjadi penyumbang ekspor 2025 terbesar senilai US$ 8.919,67 juta. Disusul nikel sebesar US$ 4.565,97 juta.

Baca pula:  Stadion GKR (kembali) jadi โ€œVenueโ€ Shalat Ied di Kota Ternate

Lalu bahan kimia anorganik dengan nilai US$ 602,55 juta. Kontribusi ketiganya untuk ekspor Provinsi Malut mencapai 99 persen.



Jika memperhatikan data ekspor sepanjang Januari-Desember 2025, tercatat nilai ekspor terbesar terjadi pada bulan Mei dengan nilai US$ 1.487,20 juta. Sementara yang paling sedikit terjadi pada Februari dengan nilai US$ 815,12 juta.

Adapun total nilai ekspor yang dimuat melalui pelabuhan di provinsi lain sebesar US$ 554,57 juta. Ekspor barang-barang asal Malut yang dimuat melalui pelabuhan provinsi lain terbesar adalah DKI Jakarta dengan nilai US$ 538,89 juta. (fm)

Sumber data/rilis: BPS Provinsi Malut

Kanal WhatsApp