jurnalis liga super diintimidasi
Kejadiaan saat para stewart saat mendorong wartawan untuk keluar Stadion Gelora Kie Raha Ternate usai laga Malut United FC versus PSM Makassar pada 7 Maret 2026 malam. (Foto: Istimewa)

Rekam “Serangan” ke Wasit, Jurnalis Diintimidasi dan Diusir dari Tribun GKR

Ternate, Pijarpena.id

Para jurnalis yang meliput pertandingan BRI Super League antara Malut United FC versus PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha Ternate, Sabtu (07/03/2026) malam, diduga mendapat intimidasi dari oknum yang diduga official tim tuan rumah.

Pria tersebut juga meminta stewart untuk mengusir para peliput yang ada di lokasi tersebut meski menggunakan id card resmi dari I-League (otoritas penyelenggara Super League).

Baca pula:  Datang Minus Sejumlah Pilar, Malut United FC Percaya Diri Ladeni Madura United

Kejadian diduga terpicu saat wartawan RRI Ternate, dipaksa untuk menghapus rekaman video adanya perlakukan suporter terhadap perangkat pertandingan usai laga tersebut.

“Kamu wartawan. Kamu harus hapus video itu,” teriak pria tersebut sembari memprovokasi sejumlah suporter.

Selain oknum tersebut, seseorang yang diduga petinggi klub yang menyaksikan peristiwa tersebut juga menyalahkan sejumlah wartawan di lokasi tersebut.

“Kamu dari (asal) mana? Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami?” teriaknya.

Salah satu jurnalis yang juga pimpinan Halmahera Post, Firjal Usdek, memprotes intimidasi kerja jurnalis juga dikeluarkan oleh sejumlah stewart atas perintah official.

Baca pula:  Inflasi 2 Daerah di Malut (Terus) Naik, Terpicu 4 Kelompok Pengeluaran

Menurutnya, keberadaan jurnalis di lokasi tribun saat pertandingan masih sesuai dengan aturan.

“Kami di tribun menggunakan ID-Card yang lengkap, kami juga tidak keluar batas,” ujar Firjal. Firjal menyatakan, intimidasi dari official Malut United yang meminta wartawan untuk menghapus rekaman video sangat bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam hari ini,” ucap pria yang juga menjabat sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Maluku Utara (Malut) itu.

Hingga berita ini dipublis, pihak klub, Malut United FC atau orotitas liga belum memberikan keterangan secara resmi terkait kejadian ini sekaligus mengklarifikasi alasan meminta jurnalis untuk menghapus video tersebut. (fhm)

Kanal WhatsApp